Mario Suryo Aji adalah pembalap motor Grand Prix asal Indonesia yang menjadi salah satu harapan terbesar bangsa di kancah motorsport dunia. Lahir dan besar di Magetan, Jawa Timur, Mario adalah produk asli sistem pembinaan berjenjang yang dirancang oleh PT Astra Honda Motor bekerja sama dengan Dorna Sports.
Kecintaannya pada dunia balap bermula sejak usia 10 tahun, ketika sang ayah — yang juga seorang pembalap — memperkenalkannya pada motocross. Bakat alaminya yang besar kemudian membawanya beralih ke balap aspal (road racing), dan dari situlah perjalanan panjangnya menuju panggung Grand Prix dunia dimulai.
PERJALANAN KARIER
2016 — Honda Racing School Mario lulus dari Honda Racing School, fondasi awal pembentukan kariernya sebagai pembalap profesional.
2018 — Idemitsu Asia Talent Cup Titik balik pertama dalam kariernya. Mario tampil gemilang di Asia Talent Cup dengan finis di posisi kelima klasemen akhir, mengemas empat podium dan satu kemenangan. Di tahun yang sama, ia juga berlomba di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 dan finis keenam secara keseluruhan.
2019–2021 — Red Bull MotoGP Rookies Cup & FIM CEV Repsol Selama tiga musim berturut-turut, Mario mengasah kemampuannya di dua ajang junior bergengsi: Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM CEV Repsol Moto3 Junior World Championship. Ia tampil konsisten dengan selalu finis di 15 besar. Pada 2021, ia juga mendapat kesempatan wildcard di Moto3 Emilia Romagna.
2022 — Debut Moto3 (Honda Team Asia) Mario menjalani debut penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Momen terbesar datang di kandang sendiri — GP Indonesia di Sirkuit Mandalika — di mana ia berhasil mengamankan start dari barisan depan (front row), sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang rookie. Sepanjang musim ia berhasil meraih poin sebanyak dua kali dan menutup tahun di posisi ke-26 klasemen dengan 5 poin.
2023 — Moto3 (Honda Team Asia) Mario dipertahankan untuk musim kedua di Moto3. Pencapaian bersejarah terjadi di GP Amerika (COTA), di mana ia meraih poin perdananya di musim 2023 dengan finis ke-12 setelah start dari posisi ke-25 — salah satu balapan terbaiknya kala itu. Ia mengakhiri musim dengan 4 poin di klasemen. Meski hasil keseluruhan belum memuaskan, Honda Team Asia tetap mempercayainya dan mempromosikannya ke kelas Moto2 untuk musim 2024.
2024 — Debut Moto2 (Idemitsu Honda Team Asia) Mario naik kelas ke Moto2, menggantikan posisi pembalap Jepang Ai Ogura. Musim debut di kelas menengah dijalani sebagai proses adaptasi. Ia mencatat hasil terbaik finis ke-15 dan mengoleksi 4 poin dari sepanjang musim.
2025 — Moto2, Musim Kedua Musim ini menjadi penanda perkembangan pesat Mario. Momen terbesar terjadi di GP Amerika (COTA) pada 30 Maret 2025 — dalam kondisi wet race, ia berhasil finis ke-9, menjadi rekor finis terbaik pembalap Indonesia dalam sejarah Moto2. Ia juga mencetak sejarah pertama kali lolos langsung ke Q2 kualifikasi di GP Thailand. Sayang, momentum tersebut terpotong oleh cedera bahu kanan (Bankart Lesion) yang memaksanya absen beberapa seri. Ia menutup musim dengan poin tertinggi sepanjang kariernya sejauh itu.
2026 — Moto2, Musim Ketiga Mario kembali dipertahankan oleh Idemitsu Honda Team Asia untuk musim ketiga berturut-turut di Moto2, kali ini berduet dengan Taiyo Furusato yang naik dari Moto3. Musim ini menjadi ujian kematangan dan konsistensinya sebagai pembalap kelas dunia.
PRESTASI UTAMA
- Finis ke-9 GP Amerika (COTA) 2025 — rekor finis terbaik pembalap Indonesia di Moto2 sepanjang sejarah
- Pertama kali lolos langsung ke Q2 kualifikasi Moto2 (GP Thailand 2025)
- Front row start di GP Indonesia 2022 (Moto3) — debut musim pertama
- Juara 1 balapan di Idemitsu Asia Talent Cup 2018
- Finis ke-5 klasemen akhir Asia Talent Cup 2018 (4 podium, 1 kemenangan)
- Konsisten 15 besar di Red Bull MotoGP Rookies Cup & FIM CEV Repsol (2019–2021)

