Di tengah hiruk-pikuk pembukaan Piala Dunia 2026 yang menyedot perhatian dunia, Real Madrid melepaskan sebuah bom kejutan tersendiri. Dewan Direksi Real Madrid C.F., dalam rapatnya pada Kamis 11 Juni yang dipimpin Florentino Pérez, resmi memutuskan untuk menunjuk José Mourinho sebagai pelatih kepala tim pertama untuk tiga musim ke depan, hingga 30 Juni 2029.
Pengumuman itu dirilis langsung melalui situs resmi klub dan langsung mengguncang dunia sepak bola.
Kembalinya “The Special One”
Kedatangan Mourinho menandai kembalinya sang pelatih ke bangku cadangan Real Madrid setelah lebih dari satu dekade. Ia sebelumnya menangani tim ini antara musim 2010-2011 hingga 2012-2013, sebuah era yang meninggalkan jejak kuat, baik dari sisi hasil maupun pengaruh figur besarnya di kancah sepak bola Spanyol.
Antara 2010 dan 2013, Mourinho mempersembahkan gelar LaLiga musim 2011/12 yang legendaris, di mana Real Madrid mencetak rekor 100 poin dan 121 gol dalam satu musim. Ia juga memenangkan Copa del Rey pada musim yang sama.
Mourinho akan memulai siklus keduanya bersama Real Madrid pada 13 Juli 2026, saat skuad memulai persiapan pramusim.
Untuk mewujudkan kesepakatan ini, Real Madrid harus membayar kepada Benfica sebesar €15 juta — nilai klausul pemutusan kontrak sang pelatih dengan klub Portugal tersebut.
Dari Benfica ke Bernabéu
Mourinho sebelumnya menyelesaikan siklus keduanya bersama Benfica, klub yang ia perkuat sejak September 2025. Di liga domestik Portugal, Benfica hanya finis di posisi ketiga dan gagal meraih satu pun trofi.
Kedatangan ke Madrid pun menjadi sebuah pembalikan nasib yang dramatis — dari musim yang hampa gelar bersama Benfica, langsung menuju salah satu klub terbesar di dunia.
Musim Berat Real Madrid
Keputusan ini tidak datang dari ruang hampa. Musim ini bukan musim yang mudah bagi Real Madrid. Mereka gagal meraih La Liga, tersingkir di perempat final Liga Champions, dan tampil buruk di Copa del Rey. Álvaro Arbeloa, yang mengisi posisi pelatih secara interim, harus menyerahkan kendali kepada figur baru.
Kembalinya Mourinho juga merupakan salah satu keputusan besar pertama Florentino Pérez setelah memenangkan pemilihan presiden klub. Pérez memilih sosok berpengalaman untuk memimpin proyek olahraga baru demi memulihkan pamor dan hasil tim.
Sebelum penunjukan resmi ini, Mourinho sempat dengan tegas menepis rumor keterkaitannya dengan kursi pelatih Real Madrid. Beberapa bulan lalu ia menyebut kabar tersebut sebagai “opera sabun” dan meminta publik tidak mengaitkan namanya. Kini, kenyataan berbicara lain.
