FIFA secara resmi mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 telah menjadi edisi dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah turnamen, setelah total kehadiran penonton mencapai 3.605.357 orang, melampaui rekor sebelumnya sebesar 3.587.538 yang dicatat pada edisi 1994 yang juga digelar di Amerika Serikat.
Rekor baru ini tercatat saat babak kedua pertandingan Grup E antara Jerman melawan Ekuador di New Jersey, ketika layar raksasa stadion menampilkan angka 3.605.357 sebagai rekor penonton baru.
Dalam laga tersebut, Ekuador menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan juara empat kali Jerman 2-1 di New York/New Jersey Stadium, sekaligus memastikan tempat di babak 32 besar.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut bahwa setelah 56 pertandingan, Piala Dunia 2026 telah memecahkan rekor total kehadiran penonton untuk Piala Dunia di tahap manapun, dengan rekor sebelumnya sebesar 3.587.538 pada edisi Amerika Serikat 1994.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, rekor baru ini tercapai bahkan sebelum babak penyisihan grup berakhir, yang berarti angka akhir kehadiran penonton diperkirakan masih akan terus meningkat signifikan.
Dengan masih ada 48 pertandingan tersisa di turnamen ini, total kehadiran penonton bahkan berpotensi mendekati dua kali lipat dari rekor 1994, yang saat itu hanya terdiri dari 52 pertandingan.
Pencapaian ini juga didukung oleh tingkat keterisian stadion yang luar biasa tinggi.
Tingkat okupansi stadion turnamen ini mencapai 99,7%, dengan rata-rata 64.007 penonton per pertandingan sejauh ini.
Meski mencatat rekor jumlah penonton terbanyak, Piala Dunia 1994 tetap memegang rekor rata-rata penonton tertinggi per pertandingan.
Piala Dunia 1994 masih memegang rekor rata-rata kehadiran tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 68.991 penonton per laga, sementara rekor penonton terbanyak untuk satu pertandingan masih dipegang oleh laga final 1950 antara Brasil dan Uruguay di Maracana dengan 173.850 penonton.
Edisi 2026 ini merupakan Piala Dunia pertama yang diikuti 48 tim nasional dengan format 104 pertandingan, jauh lebih banyak dibanding edisi-edisi sebelumnya, sehingga membuka peluang lebih besar bagi para suporter di seluruh dunia untuk menyaksikan langsung pertandingan di berbagai kota penyelenggara di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
