Reuni yang sudah lama dinantikan akhirnya terwujud. Jose Mourinho resmi menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun untuk kembali menangani Real Madrid, mengakhiri dua musim penuh kekeringan gelar di Santiago Bernabeu.
Kabar penandatanganan kontrak dikonfirmasi oleh jurnalis transfer Fabrizio Romano pada 20 Mei 2026, dengan Mourinho dijadwalkan langsung bertolak ke Madrid setelah laga terakhir musim.
Namun yang mengejutkan bukan hanya kembalinya “The Special One”, melainkan kecepatannya bergerak. Bahkan sebelum pengumuman resmi dikeluarkan, Mourinho dilaporkan sudah mengirimkan dokumen evaluasi skuad dan daftar kebutuhan transfer kepada jajaran manajemen Los Blancos.
“Mourinho bergerak cepat. Ia sudah menyusun target transfer dan menyerahkan daftar kebutuhan pemain kepada Real Madrid.” — Fabrizio Romano, Mei 2026
Syarat Mutlak: Kuasa Penuh di Ruang Ganti
Sebelum menandatangani kontrak, Mourinho dilaporkan mengajukan satu syarat tegas kepada Presiden Florentino Perez: otoritas mutlak di dalam ruang ganti. Menurut laporan Diario AS, manajemen Real Madrid menyepakati syarat tersebut, memastikan setiap keputusan taktis maupun kebijakan transfer yang diambil Mourinho tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
Ini adalah sinyal kuat bahwa era baru Real Madrid di bawah Mourinho akan berjalan dengan cara yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Empat Area Prioritas Rekrutmen
Mourinho telah menyerahkan dokumen evaluasi skuad yang mengidentifikasi empat sektor lemah yang wajib diperkuat sebelum pramusim dimulai. Ia meminta minimal empat pemain baru, dengan kemungkinan hingga enam pemain sekaligus:
Bek Tengah: Krisis yang Tidak Bisa Diabaikan
Kebutuhan di posisi ini bersifat mendesak. David Alaba meninggalkan Real Madrid dengan status bebas transfer, meninggalkan kekosongan besar dalam hal kepemimpinan dan pengalaman. Sementara Antonio Rudiger terus mengalami penurunan fisik seiring usia, dan Eder Militao masih terus berjuang dengan masalah cedera yang menahun.
Mourinho meminta satu hingga dua bek tengah baru berkelas dunia. Nama Alessandro Bastoni (Inter Milan) menjadi target teratas yang santer disebut media Spanyol. Selain itu, nama Micky van de Ven (Tottenham Hotspur), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), dan Josko Gvardiol (Manchester City) juga masuk radar. Peluang menarik datang dari Ibrahima Konate (Liverpool) yang memilih tidak memperpanjang kontraknya, tersedia sebagai free agent mulai 1 Juli 2026.
Bek Kanan: Pesaing untuk Trent Alexander-Arnold
Meski Trent Alexander-Arnold sudah bergabung musim lalu, Mourinho menilai Madrid membutuhkan saingan sejati di posisi ini, bukan sekadar pelapis. Nama Michael Kayode (Brentford), Pedro Porro (Tottenham Hotspur), dan Kyriani Sabbe (Club Brugge) disebut sebagai kandidat yang sedang dikaji.
Bek Kiri: Tergantung Masa Depan Fran Garcia
Kebutuhan bek kiri masih bersifat kondisional. Jika Fran Garcia bertahan, posisi ini kemungkinan tidak akan menjadi prioritas utama. Namun jika sang pemain hengkang, Madrid akan aktif di pasar untuk menemukan pelapis atau pengganti berkualitas.
Lini Tengah: Dua Profil Berbeda
Mourinho sangat spesifik soal kebutuhan di lini tengah. Ia menginginkan dua tipe pemain yang berbeda:
Gelandang bertahan untuk memberikan keseimbangan taktis dan perlindungan di depan lini pertahanan, menjadi pesaing langsung bagi Aurelien Tchouameni. Target utama: Rodri (Manchester City, kontrak sisa satu tahun) yang bisa diboyong dengan harga €30–60 juta, serta Morten Hjulmand (Sporting CP).
Playmaker kreatif untuk mengatur tempo dan membuka ruang, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Toni Kroos dan Luka Modric sejak 2024. Nama Joao Neves (PSG) menjadi salah satu yang paling santer, meski harganya disebut mencapai €110 juta. Enzo Fernandez (Chelsea) juga masuk dalam pembahasan internal.
Filosofi Mourinho: Karakter di Atas Nama Besar
Menariknya, meski nama-nama besar berseliweran, Mourinho dilaporkan tidak menuliskan nama pemain spesifik dalam dokumennya — melainkan profil dan karakteristik yang dibutuhkan. Pelatih asal Portugal itu secara khusus menekankan bahwa ia menginginkan pemain yang bersedia “berlari, bersaing, dan berkorban”, memprioritaskan mentalitas tim di atas ego individu.
Filosofi ini tidak mengejutkan bagi siapa pun yang mengikuti karier Mourinho. Ia selalu membangun tim di atas fondasi yang kokoh secara defensif, dengan transisi cepat sebagai senjata utama, formula yang terbukti sukses di era pertamanya melatih Real Madrid (2010–2013).
Florentino Perez Siapkan Dana €150 Juta
Presiden Florentino Perez dikabarkan menyiapkan dana segar sekitar €150 juta untuk membiayai rekrutmen musim panas ini. Namun jika Ibrahima Konate berhasil didatangkan sebagai free agent, dana tersebut bisa dialokasikan sepenuhnya untuk merekrut gelandang dan bek tengah berkualitas, sebuah skenario yang sangat menggiurkan.
Rencana Mourinho juga mencakup kemungkinan mengajak Toni Kroos masuk ke dalam jajaran staf kepelatihan, sebuah keputusan yang akan memperkuat ikatan emosional tim dengan era kejayaan Madrid.
Tantangan Finansial yang Tidak Bisa Diabaikan
Meski ambisi besar sudah dirancang, Real Madrid tidak berada dalam kondisi finansial yang sepenuhnya bebas hambatan. Musim panas lalu, Los Blancos sudah menghabiskan sekitar €160 juta untuk empat pemain baru. Ditambah beban gaji Kylian Mbappe dan investasi pada Jude Bellingham, ruang gerak finansial klub tetap harus dikelola dengan cermat.
Mendatangkan enam pemain dalam satu bursa transfer bukanlah perkara mudah, baik secara finansial maupun regulasi. Mourinho dan manajemen harus cermat memilih prioritas agar proyek besar ini tidak tergelincir sejak awal.
Kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu lebih dari sekadar pergantian pelatih. Ini adalah sinyal tegas dari Real Madrid bahwa mereka serius mengakhiri puasa gelar dua musim, dengan pelatih yang pernah memenangkan Liga Spanyol bersama mereka dan memiliki rekam jejak yang tidak perlu diragukan lagi di Eropa.
Musim panas 2026 baru saja dimulai, dan opera sabun transfer di Santiago Bernabeu sudah berlangsung lebih panas dari sebelumnya.

