Dunia balap motor berguncang setelah MotoGP secara resmi mengonfirmasi bahwa Francesco “Pecco” Bagnaia akan meninggalkan tim Ducati Lenovo pada akhir musim 2026.
Pengumuman ini menjadi akhir dari sebuah era yang penuh prestasi sekaligus emosi bagi sang juara dunia dua kali tersebut.
Akhir dari Era Bagnaia di Ducati
Bagnaia akan meninggalkan Ducati untuk memulai petualangan baru bersama Aprilia mulai musim 2027. Ia akan bergabung dengan sahabatnya dari akademi VR46, Marco Bezzecchi, setelah delapan musim penuh bersama Desmosedici dan dua gelar juara dunia MotoGP.
Ducati sendiri baru saja memperpanjang kontrak Marc Marquez hingga 2028, yang semakin memperjelas bahwa tidak ada ruang bagi Bagnaia di tim pabrikan Italia tersebut untuk musim mendatang.
Perjalanan Panjang Bersama Ducati
Bagnaia bergabung ke tim pabrikan Ducati sejak 2021 dan berhasil memenangkan dua gelar juara pada 2022 dan 2023.
Ia tercatat sebagai pembalap paling sukses dalam sejarah Ducati, tak ada yang lebih banyak meraih kemenangan, pole position, maupun podium bersama merek asal Borgo Panigale tersebut.
Musim Berat yang Jadi Titik Balik
Musim 2025 menjadi titik balik yang sangat sulit bagi Bagnaia. Ia hanya mampu meraih dua kemenangan Grand Prix dibandingkan 11 kemenangan rekan setimnya Marc Marquez, dan finis di posisi kelima klasemen akhir pembalap.
Bagnaia sebelumnya selalu menyatakan ingin pensiun di Ducati, namun semua tanda menunjukkan bahwa ia terpaksa harus mencari tim lain, kemungkinan besar karena Ducati memprioritaskan Marquez dan berencana mendatangkan Pedro Acosta dari KTM.
Ungkapan Hati Pecco
Dalam pernyataannya, Bagnaia tampak telah berdamai dengan keputusan ini dan menegaskan: “Saya membuat keputusan terbaik untuk diri saya sendiri.”
Musim 2026 ini kemungkinan besar akan menjadi “last dance” alias tarian terakhir antara Bagnaia dan tim impiannya, Ducati Lenovo. Meski perpisahan tampak tak terelakkan, fokus Bagnaia tetap pada target memenangkan musim 2026 untuk pergi dengan kepala tegak.
Apa Selanjutnya?
Ducati disebut sudah mengincar pengganti apabila Pecco benar-benar hengkang, dengan Aprilia diklaim sebagai tujuan utama sang juara.
Sementara itu, para analis MotoGP menilai bahwa kepergian Bagnaia akan meninggalkan celah besar di Ducati, mengingat peran sentralnya dalam pengembangan motor dan daya tariknya bagi para sponsor.
Sebaliknya, Aprilia berpotensi mendapat dorongan besar dalam hal popularitas dan kemampuan teknis jika berhasil merekrut Pecco.
Sumber: MotoGP Official, Corsedimoto, Detik Sport, Motorsport.com, The Race
