Mantan kepala tim Haas F1, Guenther Steiner, menilai Charles Leclerc perlu belajar dari ketegasan dan pendekatan mental Lewis Hamilton agar bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki Ferrari.
Menyusul kemenangan bersejarah Hamilton bersama tim asal Maranello itu di GP Barcelona-Catalunya, Steiner berpendapat bahwa Leclerc seharusnya tidak hanya fokus pada data telemetri atau setelan teknis mobil, tetapi juga memperhatikan cara Hamilton bekerja sama dengan tim.
Berbicara dalam podcast The Red Flags, Steiner menyebut Leclerc sebagai pembalap yang sangat cepat sekaligus cerdas, dan akan ikut memanfaatkan momentum dari apa yang dilakukan Hamilton, seperti yang terlihat di Monte Carlo, ketika Leclerc meminta perangkat rem serupa dengan milik mobil Hamilton.
Menurut Steiner, hal itu memberi Leclerc keyakinan bahwa pendekatan yang dilakukan Hamilton membawa hasil baik, sehingga kini ia perlu mengikuti langkah tersebut, bahkan jika perlu mengambil sedikit langkah mundur untuk kembali maju.
Steiner menambahkan bahwa Leclerc perlu menyadari caranya sendiri belum memberikan hasil sebaik yang diraih Hamilton, yang berhasil menang sementara ia belum, sehingga ia perlu mengevaluasi kembali apa yang dilakukan rekan setimnya itu untuk bisa tampil lebih cepat ke depannya.
Namun, Steiner menegaskan bahwa di dalam tim sendiri, Leclerc sebenarnya tidak perlu membuktikan apa pun lagi, karena ia sudah memiliki kredibilitas besar di Ferrari setelah lama berkarier di sana, dan akan tetap bertahan dalam jangka waktu lama usai menandatangani kontrak barunya.
Steiner berpendapat bahwa Leclerc perlu belajar dari pendekatan proaktif Hamilton serta keberaniannya untuk menyuarakan pendapat kepada tim ketika diperlukan.
Ia menjelaskan bahwa masalah utamanya bukan terletak pada mobil, mengingat keseimbangan mobil Ferrari saat ini sudah cukup baik, melainkan pada bagaimana Hamilton memperjuangkan keinginannya sendiri. Menurut Steiner, aspek mental jauh lebih penting dibandingkan aspek teknis dalam kasus ini.
Steiner mengingatkan bahwa Hamilton sebenarnya tidak dalam kondisi senang sepanjang musim lalu dan banyak mendapat kritik dari berbagai pihak, namun ia tetap konsisten melakukan apa yang menurutnya perlu dilakukan.
Ia mencontohkan ketika tim sempat mengganti komponen rem pada mobil Hamilton, di mana awalnya Hamilton diyakinkan untuk tetap menggunakan komponen lama hingga akhirnya ia sendiri yakin bahwa ia membutuhkan perubahan tersebut.
Menurut Steiner, hal terpenting yang perlu dipelajari Leclerc adalah bagaimana Hamilton secara mental menghadapi situasi semacam itu.
Saat ini, Hamilton berada di posisi kedua klasemen pembalap dengan 115 poin, sementara Leclerc berada di posisi keempat dengan 75 poin.
Sumber: Motorsport.com, 25 Juni 2026
