Mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, memberikan peringatan keras kepada paddock F1: jika performa Ferrari terus meningkat dan Lewis Hamilton menjadi ancaman nyata bagi gelar juara, bos Mercedes Toto Wolff tidak akan segan-segan menerapkan team orders untuk melindungi posisi Kimi Antonelli di puncak klasemen.
Pernyataan pedas itu disampaikan Steiner dalam episode terbaru podcast The Red Flags, menyusul kemenangan dramatis Hamilton bersama Ferrari di Grand Prix Barcelona, kemenangan perdana sang juara tujuh kali bersama tim Maranello.
Latar Belakang: Barcelona Mengubah Segalanya
Tujuh seri pertama musim 2026 milik Mercedes sepenuhnya. The Silver Arrows mendominasi dengan kemenangan beruntun yang luar biasa: Antonelli memenangkan lima balapan, sementara Russell menambah satu kemenangan lagi untuk tim.
Namun dominasi itu retak di Barcelona. Hamilton mengakhiri monopoli Mercedes dan meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari, sebuah hasil yang langsung mengubah narasi musim.
Sementara itu, Antonelli mengalami DNF di Barcelona, yang menyusutkan keunggulannya atas Hamilton menjadi 41 poin di klasemen pembalap.
Adapun klasemen saat ini:
- 1. Kimi Antonelli (Mercedes) — memimpin
- 2. Lewis Hamilton (Ferrari) — tertinggal 41 poin
- 3. George Russell (Mercedes) — tertinggal 50 poin dari Antonelli
Steiner: “Toto Tidak Akan Kehilangan Gelar Hanya Karena Tidak Beri Team Orders”
Menanggapi situasi ini, Steiner berbicara gamblang.
Menurut Steiner, selama ini Mercedes membiarkan Russell dan Antonelli berpacu bebas karena belum ada ancaman nyata dari luar tim. Namun situasi itu bisa berubah cepat. Ia menggambarkan waktu tepatnya Wolff akan bertindak:
“Begitu Toto merasa Ferrari akan menjadi pesaing sungguhan, seperti di Barcelona, dia akan melakukannya. Dia tidak akan menunggu. Mereka akan mengamati balapan berikutnya, melihat bagaimana hasilnya. Dan saya pikir mereka sudah merencanakan, pasti sudah ada rapat. ‘Bagaimana kita akan menangani situasi jika Ferrari semakin dekat?'”
Steiner juga menegaskan motivasi di balik karakter Wolff: “Toto tidak akan kehilangan kejuaraan hanya karena dia tidak memberi team orders, saya cukup yakin soal itu. Dia ingin menang; dia sudah cukup lama tidak menang; dia siap memenangkan kejuaraan lagi. Untuk Toto, menang berarti Mercedes menang — alias Toto menang. Siapa yang menang untuknya? Saya rasa dia tidak terlalu peduli.”
Sinyal dari Wolff Sendiri
Yang membuat pernyataan Steiner semakin relevan: Toto Wolff sendiri sudah memberikan isyarat ke arah itu. Usai balapan Barcelona, Wolff secara terbuka menyinggung bahwa cara Mercedes membalap sebagai tim justru merugikan mereka dan berpotensi membuat mereka kehilangan kemenangan.
Pernyataan itu dibaca oleh banyak analis sebagai sinyal awal bahwa era “free racing” antara Antonelli dan Russell mungkin tidak akan berlangsung selamanya.
Siapa yang Diutamakan? Antonelli Sudah Jelas Unggul
Jika memang team orders diterapkan, arah hierarki tampak jelas. Steiner menyebutnya lugas: “Kimi menang lima balapan; George menang satu. Itu sudah berbicara sendiri. Oleh karena itu, saya pikir Kimi masih, sebagaimana kalian sebut, berada di kursi pengemudi.”
Antonelli, 19 tahun, menjadi pembalap termuda yang pernah memimpin klasemen dunia F1 setelah kemenangan beruntun di China, Jepang, Miami, Kanada, dan Monaco. Pencapaian itu menjadikannya kandidat terkuat untuk dilindungi oleh Mercedes jika ancaman dari luar mulai nyata.
Apakah Ferrari Sungguh-Sungguh Mengancam?
Pertanyaan besar yang kini menggantung adalah: seberapa serius ancaman Ferrari itu?
Hamilton kini hanya 41 poin di belakang Antonelli dengan masih belasan seri tersisa. Di Barcelona, Ferrari menunjukkan bahwa mereka sudah mampu mengalahkan Mercedes secara murni, bukan karena keberuntungan atau drama balapan.
Upgrade aerodinamika Ferrari yang agresif sepanjang musim ini, ditambah kebangkitan Hamilton yang luar biasa, membuat ancaman itu sangat nyata.
Jika Ferrari mampu mempertahankan momentum ini di Austria dan seri-seri berikutnya, Toto Wolff mungkin harus segera membuat keputusan yang tidak populer, namun sangat pragmatis.
Catatan: Steiner Juga Tuduh Mercedes “Sandbagging”
Di luar soal team orders, Steiner juga melemparkan tudingan lebih kontroversial: bahwa Mercedes mungkin sengaja meredam performa mesin mereka agar terlihat lebih lemah dalam penilaian ADUO, supaya tetap mendapatkan jatah upgrade mesin musim ini.
“Kalau ada yang melakukannya, itu Toto. Coba tebak? Karena dia sangat pintar. Tidak sulit untuk melakukannya, tidak dilarang menggunakan tenaga lebih sedikit, karena kamu bisa bilang ‘saya harus mengurangi tenaga karena alasan keandalan’.”
Tuduhan ini belum dikonfirmasi dan dibantah secara implisit oleh Mercedes. Namun pernyataan Steiner ini menambah lapisan kontroversi pada musim 2026 yang memang sudah penuh gejolak.
Komentar Steiner bukan sekadar analisis, ini adalah peringatan yang didasarkan pada pengetahuan mendalam tentang cara kerja paddock F1. Wolff adalah salah satu bos tim paling pragmatis dan berorientasi kemenangan dalam sejarah olahraga ini.
Jika gelar juara benar-benar terancam, loyalitas pada filosofi “free racing” akan dengan cepat tergantikan oleh kalkulasi dingin.
Dan Ferrari dengan Hamilton yang kini dalam momentum terbaiknya, sudah memberikan alasan yang lebih dari cukup bagi Wolff untuk mulai berpikir ulang.
Sumber: Motorsport.com, F1 Oversteer — berdasarkan episode The Red Flags Podcast
