Federasi Otomotif Internasional (FIA) dikabarkan telah mengeluarkan technical directive (TD) yang melarang ekstensi diffuser bergerigi milik Mercedes, sebuah komponen kontroversial yang telah memicu perdebatan teknis sengit di paddock Formula 1 sejak diperkenalkan beberapa pekan lalu.
Apa yang Dilarang
Komponen yang menjadi sorotan adalah sayap atau “sirip” berbentuk baji dan bergerigi yang dipasang di tepi atas diffuser belakang mobil W17 Mercedes.
Elemen ini pertama kali muncul pada Grand Prix Kanada dan dirancang untuk meningkatkan daya ekstraksi aliran udara di bagian belakang mobil, sehingga menambah downforce.
Menurut laporan GPKingdom, TD ini melarang seluruh elemen baji dan bergerigi tersebut dengan efek yang dimaksudkan langsung.
Tim teknis FIA yang dipimpin Nikolas Tombazis dilaporkan mengambil sikap tegas setelah melihat eskalasi konsep ini di lapangan.
Awal Mula Kontroversi
Sumber-sumber media Italia, termasuk Motorsport.com dan F1ingenerale, mencatat bahwa diffuser bergerigi ini pertama kali terlihat pada mobil Mercedes di Kanada, menutupi lebih dari separuh lebar diffuser — sebuah solusi yang belum pernah ditampilkan tim lain saat itu.
Yang menarik, Ferrari ternyata sudah lebih dulu mengeksplorasi konsep serupa pada masa pengembangan musim dingin, namun proposal mereka saat itu ditolak oleh FIA.
Ketika Mercedes kemudian tampil dengan solusi yang mirip, Ferrari meminta klarifikasi resmi ke FIA mengenai interpretasi regulasi tersebut.
Berdasarkan laporan, FIA awalnya memberi “lampu hijau” untuk konsep Mercedes setelah sedikit revisi spesifikasi menjelang Monaco.
Keputusan ini sempat memicu reaksi berantai di paddock: tim lain seperti Haas dilaporkan langsung menyetujui penambahan pelat karbon serupa di tepi diffuser mereka dalam waktu singkat.
Ferrari Membalik Situasi
Titik balik datang ketika departemen aerodinamika Ferrari, yang dipimpin Diego Tondi, mempresentasikan versi yang jauh lebih ekstrem dari konsep Mercedes kepada FIA, versi yang sudah siap diproduksi.
Langkah ini disebut sebagai argumen kuat bahwa interpretasi yang berlaku justru membuka pintu bagi konsep diffuser yang semakin ekstrem dan berpotensi tidak terkendali.
Menghadapi prospek tersebut, FIA akhirnya memilih jalur tegas dengan menerbitkan TD yang melarang elemen-elemen tersebut secara menyeluruh.
Kapan Berlaku?
Titik paling krusial yang masih belum final adalah waktu penerapannya.
FIA disebut menginginkan larangan ini berlaku secepatnya, mulai akhir pekan ini di Red Bull Ring (Austria).
Namun Mercedes serta tim-tim pelanggan mesinnya dilaporkan tengah mendorong agar diberikan masa tenggang hingga Silverstone, supaya mereka memiliki waktu yang cukup untuk mendesain ulang dan memproduksi komponen sesuai konfigurasi standar baru.
Konteks Lebih Luas
Kasus ini menambah daftar panjang perdebatan teknis musim 2026, setelah sebelumnya FIA juga mengeluarkan beberapa TD terkait isu lain seperti rasio kompresi mesin dan trik manajemen energi MGU-K yang sempat digunakan Mercedes dan Red Bull Powertrains.
Pola berulang ini menunjukkan bagaimana area abu-abu regulasi terus menjadi medan pertarungan utama di antara tim-tim papan atas musim ini.
Belum ada konfirmasi resmi dari FIA, Mercedes, maupun Ferrari mengenai detail lengkap isi technical directive tersebut.
Update lebih lanjut kemungkinan akan muncul menjelang atau selama akhir pekan balapan di Austria.
Disusun berdasarkan unggahan media sosial @fiagirly serta laporan dari GPKingdom, Motorsport.com, F1ingenerale, dan ScuderiaFans.
