Setelah kemenangan bersejarah Lewis Hamilton di Barcelona yang menjadi kemenangan perdananya bersama Ferrari, seluruh mata kini tertuju ke Red Bull Ring di Spielberg, Austria, tempat berlangsungnya Grand Prix Austria 2026 pada 26–28 Juni.
Pertanyaannya kini menggema di seluruh paddock: bisakah Hamilton dan Ferrari mencetak kemenangan beruntun di sirkuit yang secara historis kurang bersahabat bagi mereka?
Momentum Setelah Barcelona
Hamilton kini telah finis di posisi dua besar dalam tiga balapan terakhir, dengan empat podium dari tujuh balapan di musim ini. Kemenangan Hamilton di Barcelona lahir berkat paket aerodinamika terbaru Ferrari yang langsung menunjukkan peningkatan performa signifikan.
Di sisi kejuaraan, Hamilton kini hanya tertinggal 41 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli (Mercedes), dengan masih 15 balapan tersisa di musim ini.
Senjata Baru: Upgrade Mesin ADUO
Ferrari datang ke Austria bukan dengan tangan kosong. Ferrari mendapat izin untuk melakukan dua upgrade unit tenaga musim ini setelah analisis FIA menemukan performa mereka tertinggal lebih dari empat persen dari tolok ukur yang ditetapkan Red Bull.
Upgrade pertama berfokus pada mesin pembakaran internal (ICE) sebagai upaya Ferrari mengurangi jarak dengan tim-tim papan atas.
Namun Ferrari memilih untuk realistis. Direktur teknis unit tenaga Ferrari, Enrico Gualtieri, menegaskan bahwa upgrade ini bukanlah langkah besar dan tidak akan serta-merta mengubah urutan kompetitif.
Namun ada komplikasi. Red Bull mengajukan banding atas keputusan ADUO dari FIA, sehingga Ferrari belum mendapatkan kepastian apakah mesin upgrade mereka akan diizinkan tampil di Red Bull Ring.
Tantangan di Sirkuit Red Bull Ring
Red Bull Ring bukanlah sirkuit favorit Ferrari. Sirkuit ini memiliki hanya 10 tikungan dengan sebagian besar tata letaknya terhubung oleh tiga lurus panjang, konfigurasi yang lebih menguntungkan tim dengan keunggulan tenaga mesin seperti Mercedes.
Sirkuit sepanjang 4,326 km ini memadukan zona pengereman berat, perubahan elevasi, dan tikungan cepat yang menuntut keseimbangan mobil luar biasa. Kesalahan kecil dalam setup dapat berujung kerugian besar sepanjang jarak balapan.
Leclerc Butuh Kebangkitan
Sementara Hamilton sedang dalam momentum terbaik, rekan setimnya Charles Leclerc justru menghadapi periode sulit.
The Red Bull Ring mungkin menjadi tempat yang tepat bagi Leclerc untuk memulihkan performa, mengingat ia merupakan spesialis Spielberg dengan catatan satu kemenangan, tiga posisi kedua, dan satu posisi ketiga di sirkuit tersebut sejak 2019.
Ferrari tiba di Austria dengan kepercayaan diri yang baru, upgrade mesin di tangan (jika diizinkan FIA), dan seorang Hamilton yang sedang dalam performa terbaiknya.
Namun Red Bull Ring menuntut keunggulan tenaga mesin dan di sinilah Mercedes masih unggul. Balapan hari Minggu ini akan menjadi ujian sejati apakah kebangkitan Ferrari di Barcelona hanyalah kilatan sesaat, atau babak baru dalam perburuan gelar juara dunia 2026.
