BerandaMotorsportFormula 1Mengapa Max Verstappen Bisa Tinggalkan Red Bull? Ini 5 Faktor yang Mendorong...

Mengapa Max Verstappen Bisa Tinggalkan Red Bull? Ini 5 Faktor yang Mendorong Kepindahannya ke McLaren

Dari krisis regulasi hingga hengkangnya orang-orang kepercayaan, Red Bull perlahan kehilangan daya tariknya di mata sang juara dunia empat kali.

Info Cepat

  • Verstappen kini berada di posisi 7 klasemen F1 2026
  • Kontrak Red Bull hingga 2028, namun ada exit clause
  • Race engineer Lambiase resmi pindah ke McLaren mulai 2028
  • Rumor: negosiasi rahasia Verstappen–McLaren sedang berlangsung

Max Verstappen bukan pembalap yang mudah goyah. Empat gelar dunia berturut-turut, ratusan podium, dan loyalitas panjang bersama Red Bull Racing sudah cukup membuktikan itu.

Namun musim 2026 tampaknya menjadi titik balik yang sulit diabaikan, bahkan oleh Verstappen sendiri.

Laporan terbaru dari Daily Mail menyebutkan bahwa pembalap asal Belanda berusia 28 tahun itu tengah menjalani pembicaraan rahasia dengan McLaren.

Bila negosiasi berjalan mulus, dunia Formula 1 bisa menyaksikan transfer paling mengejutkan dalam sejarah olahraga ini.

Lalu, apa sebenarnya yang mendorong Verstappen mempertimbangkan langkah sebesar ini?

1. Red Bull Tenggelam di Regulasi Baru 2026

Ini adalah akar dari segalanya. Ketika FIA memperkenalkan regulasi teknis baru untuk musim 2026, termasuk perubahan besar pada sistem tenaga hybrid, Red Bull gagal beradaptasi secepat rival-rivalnya.

Tim yang selama bertahun-tahun menjadi mesin kemenangan Verstappen kini terpuruk di zona tengah grid.

Verstappen sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa mobil RB22.

Bahkan ia mengalami insiden memalukan di FP1 Grand Prix Austria ketika mobilnya mogok di pit lane sebelum sempat keluar ke sirkuit. Di awal musim, ia hanya mengemas 12 poin dari tiga seri pertama, jauh dari standar seorang juara dunia.

Posisinya di klasemen saat ini, ketujuh, bukan hanya angka. Ini adalah sinyal keras bahwa kontrak exit clause-nya kemungkinan besar akan aktif, sebuah klausul yang memperbolehkan Verstappen hengkang lebih awal dari Red Bull jika ia berada di luar dua besar klasemen saat jeda musim panas tiba.

2. Kepergian Lambiase, Kehilangan Orang Paling Dipercaya

Jika ada satu momen yang benar-benar mengguncang hubungan Verstappen dengan Red Bull, itu adalah pengumuman kepindahan Gianpiero Lambiase ke McLaren.

Lambiase bukan sekadar race engineer biasa. Ia adalah orang yang selalu ada di telinga Verstappen sejak 2016, menemaninya dari pembalap muda penuh bakat hingga menjadi juara dunia empat kali.

Hubungan keduanya melampaui sekadar profesionalisme; mereka adalah duo yang saling percaya di level yang jarang terlihat dalam olahraga balap.

Yang membuat situasi ini semakin dramatis: Verstappen pernah secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak akan terus membalap di F1 ketika Lambiase pergi. Kini pernyataan itu diuji langsung oleh realita.

Dan bukan kebetulan bahwa Lambiase memilih McLaren, bukan Mercedes, bukan Ferrari sebagai tujuan berikutnya.

Bagi banyak analis, ini adalah sinyal paling kuat bahwa jalan Verstappen dan McLaren mungkin sedang menuju pertemuan yang sama.

3. Red Bull Kehilangan Pilar-Pilar Utamanya

Kepergian Lambiase hanyalah yang terbaru dari serangkaian kehilangan besar yang menggerogoti Red Bull dari dalam.

Sebelumnya, tim asal Milton Keynes ini sudah kehilangan Adrian Newey, arsitek teknis jenius yang selama bertahun-tahun menjadi otak di balik dominasi Red Bull yang kini bergabung dengan Aston Martin.

Jonathan Wheatley, kepala strategi balap, juga telah hengkang ke Sauber/Audi.

Dan yang tak kalah mengejutkan: Christian Horner selaku kepala tim serta Helmut Marko, mentor Verstappen sejak kariernya di junior formula, kini juga tidak lagi menjadi bagian dari struktur Red Bull.

Orang-orang yang membangun ekosistem tempat Verstappen tumbuh dan berjaya satu per satu meninggalkan tim.

Bagi Verstappen, Red Bull 2026 mungkin terasa seperti kapal yang sama tapi seluruh awaknya sudah berganti.

4. McLaren Menawarkan Paket yang Sangat Menggoda

Di sisi lain, McLaren hadir sebagai tim yang sedang dalam performa terbaik. Lando Norris meraih gelar juara dunia 2025, dan tim Woking ini telah membuktikan diri sebagai kekuatan nyata dalam era regulasi baru.

Verstappen sendiri pernah melontarkan komentar yang kini terasa seperti ramalan: ia menyatakan bahwa gelar juara musim lalu seharusnya sudah bisa diraihnya jauh lebih cepat seandainya ia mengendarai McLaren.

Kini kemungkinan itu bukan sekadar spekulasi lagi.

Skenario yang beredar menyebutkan bahwa McLaren ingin membentuk pasangan juara dunia impian: Verstappen berpasangan dengan Norris. Untuk mewujudkannya, Oscar Piastri yang tidak lain merupakan rekan setim Norris saat ini kemungkinan akan bergerak ke arah sebaliknya, menuju Red Bull Racing.

Sebuah mega-swap yang akan mengguncang seluruh paddock F1.

5. Faktor Lambiase di McLaren: Reuni yang Terlalu Sempurna untuk Diabaikan

Faktor terakhir ini mungkin yang paling strategis sekaligus paling personal.

Lambiase resmi akan bergabung dengan McLaren pada 2028, tepat bersamaan dengan berakhirnya kontrak Verstappen di Red Bull. Kebetulan yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

Beberapa analis F1 bahkan menduga bahwa McLaren sengaja merekrut Lambiase sebagai “umpan” cara Zak Brown untuk membuka pintu bagi Verstappen tanpa harus bernegosiasi langsung terlebih dahulu.

Dengan Lambiase di McLaren, Verstappen akan mendapatkan kenyamanan yang paling ia butuhkan: kepercayaan dan chemistry yang sudah terbangun selama satu dekade.

McLaren tentu membantah semua rumor ini. Zak Brown secara konsisten menyatakan kepuasannya dengan duet Norris–Piastri.

Namun paddock F1 jarang benar-benar diam dan kali ini, bisik-bisiknya terdengar lebih keras dari sebelumnya.

Musim Panas Ini Akan Menentukan Segalanya

Verstappen dijadwalkan bertemu langsung dengan petinggi Red Bull di Grand Prix Austria akhir pekan ini, sebuah pertemuan yang diyakini akan menjadi penentu arah masa depannya.

Jika exit clause aktif saat jeda musim panas dan tawaran McLaren benar-benar ada di atas meja, dunia Formula 1 mungkin sedang berdiri di ambang momen bersejarah.

Satu hal yang pasti: era dominasi tanpa gangguan Verstappen di Red Bull tampaknya sudah berakhir. Yang belum pasti adalah di mana ia akan menulis babak berikutnya.

Sumber: Daily Mail, GPFans, Sky Sports F1, GPBlog Diterbitkan: 27 Juni 2026

Irfan
Irfanhttps://irfan.id
Seorang penulis yang aktif sejak 2011. Tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap dunia olahraga, ia tak pernah melewatkan satu pun laga sepak bola seru atau balapan Formula 1 yang memacu adrenalin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jadwal Formula 1
R10 · 2026 17 Jul – 19 Jul
🇧🇪 Belgian Grand Prix
Circuit de Spa-Francorchamps  ·  Spa, Belgium
📍 50.4372, 5.9714 Lihat di Maps ↗
MY TIME 00:18
RACE (WIB) 20:00
Free Practice 1 17 Jul 18:30 WIB
Free Practice 2 17 Jul 22:00 WIB
Free Practice 3 18 Jul 17:30 WIB
Qualifying 18 Jul 21:00 WIB
Race 19 Jul 20:00 WIB
MENUJU FREE PRACTICE 1
6
HARI
:
18
JAM
:
11
MENIT
:
47
DETIK
Selanjutnya 🇭🇺 HUN 26 Jul · 🇳🇱 NED 23 Aug · 🇮🇹 ITA 06 Sep
Waktu dalam WIB (UTC+7) by Arena24.id

Populer

Klasemen F1 2026
Ronde 9
# Pembalap Poin Gap
1
Kimi ANTONELLI
Mercedes
179
2
George RUSSELL
Mercedes
154 −25
3
Lewis HAMILTON
Ferrari
147 −32
4
Charles LECLERC
Ferrari
108 −71
5
Lando NORRIS
McLaren
97 −82

Artikel Lainnya