BerandaArena 101Maggotts-Becketts-Chapel di Silverstone: Kombinasi Tikungan Tercepat di F1

Maggotts-Becketts-Chapel di Silverstone: Kombinasi Tikungan Tercepat di F1

Kalau ditanya bagian sirkuit mana di kalender F1 yang paling sering bikin merinding penonton sekaligus paling ditakuti pembalap, jawabannya hampir selalu sama: rangkaian Maggotts-Becketts-Chapel di Silverstone.

Tiga nama ini sebenarnya mewakili lima tikungan (T10 sampai T14) yang dilalui mobil F1 dalam satu napas, tanpa benar-benar berhenti di antaranya.

Bukan Tiga Tikungan, Tapi Satu Aliran Panjang

Sampai 1991, Maggotts, Becketts, dan Chapel adalah tiga tikungan yang berdiri sendiri. Tapi sejak Silverstone dirombak total menjelang musim itu, ketiganya dirancang ulang menjadi rangkaian esses berkecepatan tinggi yang saling terhubung, pola kiri-kanan-kiri-kanan-kiri yang mengalir tanpa putus.

Saking menyatunya, insinyur dan pembalap modern hampir tidak pernah membahas ketiganya secara terpisah lagi.

Mobil masuk ke Maggotts, lalu langsung “ditarik” arah sebaliknya ke Becketts, sebelum akhirnya keluar lewat Chapel menuju Hangar Straight.

Asal Nama yang Tidak Seseram yang Terdengar

Nama Maggotts terdengar agak menyeramkan, tapi asalnya jauh dari larva atau ulat seperti yang sering disangka orang.

Nama ini diambil dari Maggot’s Moor, area rawa kecil yang dulu berada tak jauh dari jalur lingkar bandara sebelum jadi sirkuit.

Sementara itu, Becketts dan Chapel sama-sama diambil dari nama kapel abad pertengahan St Thomas à Beckett yang dulu berdiri di lokasi tersebut, sebelum dirobohkan pada 1943 untuk membangun lapangan udara RAF Silverstone.

Masuk dengan Kecepatan di Atas 300 Km/Jam

Inilah yang membuat rangkaian ini begitu spesial. Mobil F1 memasuki Maggotts dengan kecepatan sekitar 308 km/jam dan dalam kondisi kering, throttle benar-benar terbuka penuh di tikungan pertama.

Sepanjang rangkaian Maggotts-Becketts, kecepatan minimum yang masih dijaga pembalap tetap berada di kisaran 228 km/jam, angka yang di banyak sirkuit lain justru jadi kecepatan top speed di trek lurus, bukan kecepatan minimum di tikungan.

Gaya G yang Setara dengan Peluncuran Roket

Karena pola kiri-kanan-kiri-kanan yang datang begitu cepat, tubuh pembalap mengalami perubahan gaya lateral yang ekstrem dalam hitungan detik.

Pembalap merasakan gaya lateral di atas 5G secara bergantian dari sisi kiri ke kanan tubuh, dan seluruh rangkaian ini hanya berlangsung sekitar enam detik.

Bukan kebetulan kalau program latihan leher jadi bagian wajib dalam regimen fisik pembalap F1, karena tanpa otot leher yang kuat, kepala pembalap bisa terhempas tidak terkendali setiap kali melewati kombinasi tikungan seperti ini.

Garis Balap yang Harus Dipikirkan Mundur

Para insinyur balap punya trik unik untuk mengajarkan cara melahap rangkaian ini, yaitu memikirkannya secara terbalik.

Karena setelah Chapel langsung disambung Hangar Straight yang panjangnya 770 meter, satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah seberapa cepat mobil bisa keluar dari Chapel dengan kecepatan maksimum.

Artinya, pembalap kadang harus “mengorbankan” sedikit kecepatan di Maggotts atau Becketts di awal, asal bisa menjamin keluar dari Chapel dalam kondisi flat out menuju trek lurus tercepat di sirkuit ini.

Disambung Trek Lurus yang Juga Punya Sejarah Perang

Begitu keluar dari Chapel, mobil langsung melesat di Hangar Straight, trek lurus yang namanya diambil dari hanggar-hanggar pesawat yang dulu berdiri di lokasi yang sama saat kawasan ini masih jadi pangkalan udara RAF.

Kombinasi keluar dari rangkaian tikungan tercepat dunia langsung disambung trek lurus terpanjang di sirkuit inilah yang membuat sektor ini jadi salah satu titik overtaking favorit di kalender F1 modern, sekaligus jadi penentu siapa yang benar-benar berani memaksimalkan kecepatan keluar tikungan demi keuntungan di trek lurus berikutnya.

Jadi kalau akhir pekan ini kamu menonton GP Inggris dan melihat mobil-mobil melesat tanpa ragu di sektor tengah lintasan, itulah momen Maggotts-Becketts-Chapel beraksi, rangkaian tikungan yang sering disebut sebagai ujian sejati keberanian dan presisi seorang pembalap F1.

Irfan
Irfanhttps://irfan.id
Seorang penulis yang aktif sejak 2011. Tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap dunia olahraga, ia tak pernah melewatkan satu pun laga sepak bola seru atau balapan Formula 1 yang memacu adrenalin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

Artikel Lainnya