Dunia Moto3 diguncang skandal besar. Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi didiskualifikasi dari enam seri pembuka musim 2026 setelah mesin motornya terbukti mengalami manipulasi segel ilegal.
Keputusan keras ini diumumkan oleh FIM Stewards di sela-sela akhir pekan balapan Hungarian Grand Prix di Balaton Park.
Dari Posisi 3 Klasemen ke Peringkat 19
Fernandez, adik kandung pembalap MotoGP Raul Fernandez, sebelumnya bertengger di posisi ketiga klasemen umum Moto3. Namun dalam sekejap, nasibnya berbalik drastis. Hukuman brutal ini membuatnya kehilangan seluruh poin dari seri Thailand, Brasil, AS, Jerez, Prancis, dan Catalunya — menjatuhkannya dari peringkat 3 ke posisi 19 klasemen.
Secara total, Fernandez kehilangan 76 poin setelah stewards menemukan bahwa dua mesin Leopard Racing telah dibuka tanpa otorisasi, dengan bukti adanya segel resmi yang dirusak.
Awal Mula Terungkapnya Kecurangan
Kasus ini bermula dari prosedur rutin pasca-balapan. Setelah Grand Prix Prancis, Honda mengajukan permintaan standar untuk membuka segel mesin pertama semua pembalap mereka yang telah mencapai akhir masa pakainya. Namun segel kawat pada mesin nomor 810 milik Fernandez ternyata tidak sesuai dengan prosedur pengawatan standar.
Mesin yang diperiksa adalah nomor 810 dan 811, dan ketidakberesan teknis ditemukan pada keduanya. Direktur Teknis kejuaraan mencatat bahwa segel mesin 810 telah dikompromikan.
Pada mesin 811, ditemukan tanda-tanda manipulasi pada segel dan di bagian lainnya. Setelah dibuka, berbagai anomali terungkap yang mengindikasikan bahwa teknisi tim Leopard telah merusak mesin tersebut.
Dua Pasal Dilanggar Sekaligus
Pelanggaran ini melanggar dua aturan sekaligus: pertama, aturan alokasi mesin Moto3 yang memperbolehkan pembalap menggunakan enam mesin dalam satu musim, karena mesin yang dirusak tidak terhitung dengan benar dalam alokasi tersebut.
Kedua, dan yang lebih serius, Pasal 3.3.2.2 yang menghukum tindakan apa pun yang dianggap merusak citra olahraga dan bertentangan dengan kepentingan MotoGP serta persaingan yang adil.
Tak hanya itu, konsekuensinya pun berlipat. Karena segel dirusak, kedua mesin akan dianggap sebagai mesin yang sudah direkondisi dan masing-masing dihitung dua kali dalam alokasi mesin Fernandez untuk musim ini.
Selain itu, satu mesin bahkan dinyatakan tidak layak untuk digunakan kembali karena berbagai komponen tidak memenuhi kondisi layak kompetisi, dan ditarik dari alokasi pembalap atas dasar keamanan.
Musim Gemilang yang Hancur Seketika
Selama enam seri pertama tersebut, Fernandez telah meraih dua podium, finis kedua di Jerez dan Le Mans. Kini setelah rangkaian diskualifikasi ini, ia hanya tersisa 13 poin dari Mugello di klasemen.
Meski hukuman ini terasa kejam bagi pembalap muda itu setelah awal musim yang luar biasa, manipulasi mesin adalah pelanggaran serius yang dilakukan oleh tim.
Fernandez kini harus bangkit secara mental dan menyesuaikan kembali targetnya untuk sisa musim, dimulai akhir pekan ini di Balaton Park.
Ironisnya, ini adalah kasus diskualifikasi kedua yang mengguncang Moto3 dalam waktu berdekatan. Pembalap rookie Red Bull KTM, Brian Uriarte yang baru saja meraih kemenangan perdananya di Mugello, sebelumnya juga didiskualifikasi dari hasil balapan Catalunya karena terbukti menggunakan oli mesin di luar spesifikasi FIM Moto3. Akibatnya, Uriarte turun dari posisi keempat ke delapan klasemen.
FIM memang sedang giat-giatnya memeriksa kelas Moto3 belakangan ini, dan dua kasus besar dalam satu pekan menjadi sinyal keras bahwa era toleransi nol terhadap pelanggaran teknis kini benar-benar diberlakukan.

