Max Verstappen menunjukkan performa solid di hadapan pendukungnya sendiri pada Grand Prix Austria 2026 di Red Bull Ring, Spielberg.
Start dari posisi kelima akibat kecelakaan saat kualifikasi sehari sebelumnya, pembalap Red Bull ini justru tampil agresif dan finis di podium kedua, hanya tertinggal 1,611 detik dari pemenang George Russell (Mercedes).
What a drive, Max 👏 A second podium of the season 🏆#F1 || #AustrianGP 🇦🇹 pic.twitter.com/fLvA8LWdgf
— Oracle Red Bull Racing (@redbullracing) June 28, 2026
Start Sulit, Finis Manis
Verstappen mengawali akhir pekan dengan catatan kurang ideal. Ia gagal mengamankan posisi start yang lebih baik setelah mobilnya kehilangan performa aerodinamika di bagian belakang saat kualifikasi, sebuah masalah yang menurut bos tim Red Bull, Laurent Mekies, membuat Verstappen tidak punya kesempatan untuk menghindari kecelakaan tersebut.
Tim pun mengaku bertanggung jawab penuh atas insiden itu dan meminta maaf kepada pembalapnya.
Namun start dari grid kelima ternyata tidak menjadi penghalang. Begitu lampu start padam, Verstappen langsung tancap gas memanfaatkan performa balapan Red Bull yang ternyata lebih kompetitif dari ekspektasi.
Duel dengan Ferrari, Lalu Kejar Russell
Sepanjang balapan, Verstappen harus melewati hadangan duo Ferrari sebelum akhirnya benar-benar menempel di belakang Russell.
Setelah serangkaian duel dengan Hamilton dan Leclerc, Verstappen akhirnya naik ke posisi kedua sambil menunjukkan race pace yang lebih kuat dari yang ditampilkan Red Bull sepanjang musim ini.
Di paruh kedua balapan, tim mencoba memaksimalkan keunggulan offset ban. Verstappen sengaja tetap di trek lebih lama sebelum beralih ke ban hard dibanding Russell, dengan tujuan mendapatkan ban yang lebih segar untuk mengejar di akhir balapan.
Strategi ini sempat membuahkan hasil, sebab jarak ke Russell di depan terus menyusut menjelang akhir lomba.
Ban Hard Mulai Memudar, Tapi Cukup untuk Podium
Meski berhasil menempel ketat, ban hard milik Verstappen ternyata tidak sepenuhnya tahan menghadapi panas ekstrem khas Pegunungan Styria.
Performa ban hard milik Verstappen memudar di tengah panas Austria setelah pembalap Red Bull ini menghabiskan separuh balapan mengejar Russell yang memimpin di depan.
Kondisi ini sempat membuat Antonelli, yang juga mengejar dari belakang dengan catatan lap tercepat balapan, mendekat secara signifikan di lap-lap terakhir.
Verstappen sempat dikejar ketat oleh Antonelli yang mencatat fastest lap balapan, namun ia masih punya cukup margin untuk bertahan, finis hanya tiga persepuluh detik di depan pembalap Mercedes tersebut.
Podium Pertama Sejak Kanada
Hasil P2 ini punya makna khusus bagi Verstappen. Podium di GP Austria menjadi yang pertama bagi Verstappen sejak Grand Prix Kanada pada bulan Mei.
Tampil di hadapan pendukung sendiri di kandang tim “Banteng Merah”, hasil ini menjadi bukti bahwa upgrade besar yang dibawa Red Bull ke Austria mulai menunjukkan dampak positif terhadap performa balapan RB22, meski belum cukup untuk menantang dominasi Mercedes secara langsung.
Dengan hasil ini, Verstappen kembali mengangkat moral tim Red Bull setelah beberapa pekan tampil di luar tiga besar, sekaligus menegaskan bahwa meski belum menjadi yang tercepat dalam satu lap, performa balapan Red Bull patut diwaspadai rival-rivalnya menjelang seri-seri berikutnya.
