Silverstone bukan cuma sirkuit biasa. Di balik statusnya sebagai “rumah” F1 dan tuan rumah balapan akhir pekan ini, ada deretan cerita yang jarang dibahas tapi cukup gila kalau ditelusuri. Berikut lima faktanya.
1. Lahir dari Balapan Ilegal yang Menewaskan Seekor Domba
Sebelum jadi sirkuit resmi, area Silverstone awalnya cuma bekas lapangan udara yang terbengkalai.
Pada September 1947, sekelompok teman dadakan, dipimpin seorang pria bernama Maurice Geoghegan yang tinggal di dekat sana, menggelar balapan tidak resmi menggunakan jalur sepanjang sekitar dua mil di lapangan itu.
Di tengah balapan, mobil Geoghegan menabrak seekor domba yang nyasar masuk ke trek. Domba itu tewas di tempat.
Insiden ini justru jadi legenda, dan balapan dadakan tersebut dikenal sampai sekarang dengan julukan “Mutton Grand Prix” alias “Grand Prix Daging Kambing”. Tanpa balapan konyol ini, sirkuit paling ikonis di Inggris mungkin tidak akan pernah lahir.
2. Lintasannya Dulu Adalah Pangkalan Pembom Perang Dunia II
Silverstone berdiri di atas bekas RAF Silverstone, pangkalan udara pembom Royal Air Force yang dibuka tahun 1943 untuk kebutuhan Perang Dunia II. Tiga landasan pacu pesawat dalam format segitiga khas masa perang itu masih membentuk garis besar trek yang dipakai sampai sekarang.
Bahkan dalam tata letak modern sejak 2010, salah satu lintasan lurus utama Silverstone memang memanfaatkan ulang bekas landasan pacu pesawat tersebut.
Jadi setiap kali mobil F1 melesat di trek lurus itu, sebenarnya mereka sedang “lepas landas” di jalur yang dulu dipakai pesawat pembom sungguhan.
3. Jadi Saksi Balapan Pertama dalam Sejarah F1 Sebagai Kejuaraan Dunia
Silverstone bukan sekadar salah satu sirkuit tertua di kalender, sirkuit ini adalah tempat di mana Formula 1 sebagai kejuaraan dunia pertama kali dimulai.
Pada 13 Mei 1950, Silverstone menggelar ronde pembuka musim perdana F1 World Championship, dihadiri sekitar 20 pembalap dan disaksikan langsung oleh keluarga kerajaan Inggris.
Pembalap Alfa Romeo asal Italia, Nino Farina, keluar sebagai pemenang di balapan bersejarah itu. Artinya, setiap kali F1 balapan di Silverstone, mereka sedang kembali ke tempat lahirnya seluruh kejuaraan yang sekarang ditonton jutaan orang di seluruh dunia.
4. Cuma Empat Pembalap Sepanjang Sejarah yang Bisa Raih Pole Tiga Kali Berturut-turut
Meski Silverstone dikenal “ramah” buat pembalap rumahan, ternyata mencatat dominasi di sirkuit ini jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.
Sepanjang sejarah Silverstone, hanya empat pembalap yang pernah meraih pole position tiga kali berturut-turut: Jim Clark, Nigel Mansell, Damon Hill, dan Lewis Hamilton.
Menariknya, tiga dari empat nama itu adalah pembalap asal Inggris sendiri. Nigel Mansell bahkan pernah mengklaim sorakan fans di tribun Silverstone benar-benar bisa membuatnya melaju lebih kencang, semacam dorongan emosional yang sulit diukur secara teknis tapi nyata dampaknya di lintasan.
5. Trek yang Sama Sekali Tidak Bisa Ditebak Cuacanya
Cuaca di Silverstone terkenal berubah-ubah secara ekstrem dalam hitungan menit, dari cerah ke hujan deras lalu kembali cerah lagi. Ketidakpastian ini bukan cuma bikin penonton bingung soal payung, tapi juga jadi mimpi buruk strategi ban buat tim-tim F1.
Sirkuit ini juga punya catatan kelam terkait cuaca: balapan MotoGP di Silverstone pernah dibatalkan total pada 2018 karena genangan air parah di trek yang membuat kondisi terlalu berbahaya untuk dilanjutkan.
Jadi kalau musim ini cuaca Silverstone tampak tenang, jangan terlalu cepat percaya, sejarah membuktikan langit di atas Northamptonshire bisa berubah drastis kapan saja.
Itulah lima fakta yang menunjukkan Silverstone bukan cuma soal kecepatan dan kemenangan, tapi juga soal sejarah panjang yang penuh kejutan, mulai dari balapan ilegal sampai jejak pesawat tempur yang masih tersisa di aspalnya.
