Grand Prix Austria di Red Bull Ring akhir pekan ini menjadi salah satu titik krusial musim 2026, karena hampir semua tim papan atas memilih momen ini untuk menurunkan paket upgrade besar.
Berikut rangkuman komponen baru yang dibawa masing-masing tim, berdasarkan laporan dari Formula1.com, Sky Sports, Motorsport.com, Crash.net, RacingNews365, dan sumber lainnya.
Ferrari: Lantai Baru, Diffuser Disesuaikan, dan Mesin Lebih Bertenaga
Ferrari membawa perubahan paling signifikan musim ini. Tim asal Maranello memperbarui tepi lantai (floor edge), fence, serta bodywork, sekaligus menyesuaikan diffuser agar bekerja selaras dengan lantai baru tersebut, area yang menjadi pembeda performa aerodinamika terbesar di generasi mobil saat ini.
Yang lebih dinanti adalah pembaruan mesin pembakaran internal (ICE) lewat skema ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities), setelah FIA menilai power unit Ferrari tertinggal sekitar empat hingga enam persen dari yang terbaik.
Tim dilaporkan akan mendorong batas suhu udara masuk mesin ke wilayah yang belum pernah dicoba sebelumnya, demi mengejar ketertinggalan tenaga di trek lurus.
Ferrari datang ke Austria dengan rasa percaya diri tinggi setelah kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona pekan lalu, kemenangan pertamanya bersama Ferrari.
Red Bull: Paket Besar Kedua demi “Diet” RB22
Red Bull menyiapkan paket upgrade kedua mereka di musim ini, dengan fokus utama memangkas bobot RB22.
Tim disebut masih membawa kelebihan bobot sekitar 6 kg dari batas minimum 768 kg yang ditetapkan regulasi, setelah paket Miami sebelumnya memangkas separuh dari kelebihan awal.
Selain perubahan terkait bobot, Red Bull juga membawa sayap tepi (edge wing) baru pada lantai mobil.
Bos tim Laurent Mekies menegaskan paket Austria saja belum cukup untuk benar-benar menyaingi Mercedes dan Ferrari, namun diharapkan dapat memangkas defisit yang saat ini diperkirakan sekitar empat persepuluh detik per lap.
McLaren: Debut “Macarena Wing” dan Suspensi Depan Baru
McLaren akhirnya menyusul Ferrari dan Red Bull dengan memperkenalkan versi mereka sendiri dari sayap belakang terbalik yang dijuluki “Macarena wing”, sebuah elemen sayap atas yang berputar membalik posisinya di trek lurus untuk mengurangi drag, lalu kembali ke posisi normal di tikungan demi menjaga downforce.
Direktur teknis aplikasi McLaren, Neil Houldey, menyebut sayap ini masih bersifat eksperimental dan akan diuji pada sesi latihan bebas Jumat.
Selain itu, tim juga mengubah geometri suspensi depan serta perangkat aerodinamika di sudut depan dan belakang mobil agar selaras dengan perubahan tersebut.
Cadillac: Paket “Substansial” demi Poin Pertama
Tim debutan Cadillac kembali membawa apa yang mereka sebut sebagai paket upgrade substansial, melanjutkan tren pembaruan konsisten pada mobil MAC-26 sejak Monaco dan Barcelona.
Bodywork yang direvisi dan lantai baru menjadi sorotan utama. Tim principal Graeme Lowdon menyebut tantangan utama saat ini adalah menyeimbangkan logistik balapan yang berurutan dengan terus meningkatkan performa kompetitif. Cadillac masih mengejar poin pertama mereka di musim debut ini.
Mercedes: Fokus pada Keandalan, Bukan Performa
Berbeda dari rival-rivalnya, Mercedes disebut belum membawa pembaruan besar untuk Austria.
Setelah rangkaian masalah keandalan pada power unit W17 termasuk kegagalan mesin yang menghentikan laju Kimi Antonelli di Barcelona tim dilaporkan lebih berfokus pada penyesuaian strategi pengisian energi dan manajemen panas sebagai solusi jangka pendek, sambil menyiapkan perbaikan definitif untuk pekan-pekan berikutnya.
Mercedes sendiri memiliki satu kuota upgrade mesin lewat skema ADUO yang bisa digunakan musim ini.
Aston Martin: Masih Menahan Diri
Aston Martin kembali menjadi tim yang tidak membawa upgrade berarti ke Austria.
Fernando Alonso sebelumnya menjelaskan bahwa tim memilih menahan pengembangan kecil dan menabung anggaran untuk paket besar yang direncanakan muncul setelah jeda musim panas, mengingat posisi mereka saat ini di papan bawah klasemen.
Skema ADUO
Sebagian besar gerak-gerik upgrade mesin musim ini tidak lepas dari skema ADUO milik FIA, yang memberi kesempatan tambahan pengembangan power unit bagi pabrikan yang dinilai tertinggal dari Red Bull Powertrains yang saat ini dianggap memiliki mesin terkuat.
Selain Mercedes dan Ferrari, Audi dan Honda juga mendapat jatah upgrade serupa, sementara Red Bull sendiri tidak memenuhi syarat karena dianggap sudah memimpin di sektor tenaga mesin.
Disusun berdasarkan laporan Formula1.com, Sky Sports, Motorsport.com, Crash.net, RacingNews365, News.GP, GPFans, F1-Fansite, dan F1oversteer.
